Senin, 21 April 2014

Penggabungan Peta Landsat dan Titik Koordinat Survey

Tugas 2 Praktikum PCD
Pemasukan data koordinat hasil survey terhadap peta landsat yang sudah diolah :
v  LANDSAT KOTA BANDUNG
1.       Siapkan peta landsat yang dibutuhkan
2.       Berikut adalah contoh peta landsat kota Bandung yang belum diolah dan sudah diolah dengan composite band :
Gambar 1
Landsat sebelum diolah


Gambar 2
Landsat yang sudah diolah

3.       Langkah terakhir adalah gunakan kombinasi band sesuai dengan kebutuhan.

v  TITIK KOORDINAT HASIL SURVEY :
1.       Masukan data koordinat sesuai dengan hasil survey
2.       Save dalam ms.excel
Gambar 3
Contoh titik koordinat hasil survey

3.       Ubah data excel “Tulisan” menjadi “teks” dan “angka” menjadi “number”
4.       Save as, simpan di folder D/E

v  PENGGABUNGAN ANTARA PETA LANDSAT & TITIK SURVEY :
1.       Buka software Arcgis 10, pilih aplikasi arcmap
2.       Masukan peta landsat yang sudah diolah seperti contoh gambar 2
3.       Add data “titik koordinat”
4.       Data koordinat tadi dapat diubah menjadi shp dengan cara “klik kanan” pada koordinat, pilih data, export data.
5.       Berikut adalah data yang sudah diolah :
Gambar 4
Hasil penggabungan antara peta landsat yang sudah diolah dan data titik survey



Jumat, 11 April 2014

Composite Band dan Fungsinya

Composite Band dan Kegunaannya
Citra Satelit adalah Citra hasil penginderaan suatu jenis satelit tertentu. Citra satelit mempunyai beberapa sensor satelit yang mempunyai panjang gelombang yang berbeda-beda. Ada bermacam-macam sensor satelit yaitu Landsat 7 ETM+, IKONOS, QUICKBIRD, IRS series, SPOT 1-5, ALOS AVNIR-2/PRISM, Orbview dan lain sebagainya. Contohnya citra satelit aster mempunyai 1 band sedangkan citra satelit landsat mempunyai 8 band. Setiap sensor satelit mempunyai karakteristik untuk membedakan atau mengidentifikasikan objek yang berbeda-beda. Adapun beberapa contoh, kombinasi, dan kegunaanya dari peta landsat jawa barat :

No
Gambar
Kombinasi
Kegunaannya
1

1.2.3
Kombinasi ini memperlihatkan tutupahan lahan pertanian
2

1.4.7
Kombinasi ini memperlihatkan tutupan lahan perairan
3

3.2.1
Kombinasi ini merupakan warna natural sehingga merupakan pendekatan terbaik untuk melihat realitas lanskap
4

3.5.1
Kombinasi ini memperlihatkan tekstur topografi
5

4.3.2
Tipikal kombinasi komposit false color seperti di foto udara. Saluran 4 mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, juga membedakan tipe vegetasi, selain itu membedakan tanah dan perairan.
6

5.4.1
Vegetasi sehat akan berwarna hijau terang, kecuali kombinasi 5.4.1 yang lebih baik untuk studi agrikultur
7

7.5.4
Kombinasi ini tidak melibatkan saluran visibel, memberikan kita penetrasi atmosfer yang terbaik. Pesisir dan garis pantai terdefinisikan dengan baik. Dapat digunakan untuk mencari karakteristik tekstural dan kelembapan tanah. Vegetasi terlihat biru.

Rangkuman

Aspek Geometrik
Peta memiliki fungsi untuk menunjukan posisi atau lokasi relative suatu tempat. Pembuatan konstruksi peta merupakan bagaian penting pada pekerjaan pemetaan. Aspek geometric berhubungan langsung dengan permasalah posisi suatu tempat terhadap suatu referensi tertentu. Ada beberapa tinjauan yang digunakan mengenai aspek geometric dalam penghitungan sistem proyeksi yang akan digunakan :
v  Teoritis :
Aspek geometrik berhubungan dengan transformasi matematis koordinat geografi pada permukaan bumi ke koordinat proyeksi bidang datar.
v  Praktis :
Aspek geometric berhubungan dengan pembuatan konstruksi/jaringan dari kerangka geometrik peta.

Koordinat
1.    lintang ( latitude = φ ) , yang merupakan suatu titik dengan panjang busur yang diukur pada suatu meridian dihitung dari ekuator sampai ke paralel yang melalui titik tersebut.
2.    bujur ( longitude = λ ) , merupakan suatu titik yang diukur pada suatu garis paralel antara meridian titik pengamatan dengan meridian nol (meridian Greenwich).
3.    Koordinat Geografis titik P (φ , λ),Besaran harga lintang (φ ) dihitung mulai dari titik P sepanjang garis meridian sampai berpotongan dengan garis ekuator ; besaran harga bujur (λ) dihitung mulai dari perpotongan garis meridian dari titik P dengan ekuator, sampai dengan perpotongan garis ekuator tersebut dengan meriadian nol.

Koordinat proyeksi :
pada koordinat ini terdiri dari koordinat suatu titik dinyatakan dengan besaran absis (X) dan ordinat (Y). Titik Nol sistem koordinat adalah pusat bumi, dan sumbu-sumbu sistem koordinatnya terikat ke bumi.

Proyeksi Peta
Proyeksi peta merupakan transformasi sebuah peta dengan menggunakan rumus matematis tertentu. Proyeksi peta adalah model matematik untuk mengkonversi posisi tiga dimensi suatu titik di permukaan bumi ke representasi posisi dua dimensi di bidang peta.

Jenis Proyeks
a.Proyeksi kerucut, bidang proyeksinya adalah bidang kerucut dimana suatu kerucut diletakan pada bumi dan menyinggung bola bumi sepanjang suatu lingkaran.Proyeksi silinder, bidang b.proyeksinya bidang silinder dimana suatu silinder diletakan pada bumi dan kemudian didatarkan.
c.Proyeksi azimuthal (zenithal), bidang proyeksinya bidang datar.



Pemilihan Sistem Proyeksi Peta           
Berdasarkan sistem proyeksi peta, pemilihan suatu sistem proyeksi peta adalah berdasarkan: 
1.    posisi daerah.
2.    bentuk daerah.
3.    ukuran daerah.
4.    serta kegunaan peta bersangkutan.

Proyeksi Transverse Mercator (Tm)
Proyeksi Transverse Mercator adalah proyeksi silinder transversal yang bersifat konform. Pada proyeksi ini secara geometris silindernya menyinggung bola bumi pada sebuah meridian yang disebut meridian sentral (meridian tengah).


Sistem Grid Universal Transverse Mercator (Utm)
Universal Transverse Mercator yang merupakan modifikasi dari sistem proyeksi Transverse Mercator dimana yang menjadi acuan adalah sistem grid.  Ciri-ciri dari sistem grid UTM adalah:
1.    Sistem grid UTM adalah sistem grid yang bersifat universal, membagi seluruh wilayah permukaan bumi menjadi 60 bagian yang disebut sebagai zone UTM. Masing - masing zone UTM dibatasi oleh 2 buah meridian dengan lebar 60 bujur dan 80 lintang.
2.    Zone UTM diberi nomer yaitu zone 1 antara 1800 BB sampai 1740 BB terus kearah timur sampai zone 60 antara 1740 BT sampai 1800 BT. 
3.    Batas lintangnya adalah 800 LS dan 840 LU ke arah utara dengan kode huruf C berturut-turut ke utara sampai dengan huruf X untuk Lintang Utara 720– 840.
4.    Setiap zone UTM, bidang proyeksi silinder tidak menyinggung permukaan bumi, tetapi memotong bumi. 
5.    Masing-masing zone mempunyai koordinat sendiri yaitu titik potong meridian sentral dengan garis ekuator yang disebut sebagai titik nol sejati (true origin ).  
6.    Dalam sistem grid metrik, meridian sentral diberi absis fiktif sebesar 500.000 meter Timur (mT), sedang untuk ordinat, agar tidak dijumpai harga negatif maka di sebelah selatan ekuator diberi ordinat sebesar 10.000.000 meter Utara (mU), disebelah utara ekuator diberi ordinat 0 meter Utara (mU).


Sistem Proyeksi Peta Tm Di Indonesia
Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) 
Peta Dasar Nasional yang diterbitkan oleh Bakosurtanal merupakan suatu seri peta yang meliputi seluruh daerah Indonesia, terdiri dari beberapa skala peta yaitu 1:25.000, 1:50.000, 1:100.000, 1:250.000. Sistem proyeksi yang digunakan adalah Transverse Mercator dengan lebar zone 6° serta sistem grid UTM.

Peta Dasar Nasional
Muka peta seri peta rupa bumi Indonesia (Peta Dasar Nasional Indonesia) dibatasi atau  menggunakan garis tepi peta dalam bentuk gratikul. Pada setiap ujung peta dicantumkan koordinat geografis (lintang dan bujur) dan juga koordinat kartesian hasil transformasi dari koordinat geografis ke koordinat proyeksi Transverse Mercator (TM).
Gambar koordinat Indonesia

Konstruksi Peta
v  Grid
garis-garis pada muka peta yang tergambar saling tegak lurus, penyajian garis grid pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala besar. Pada konstruksi ini bentuk garis - garis pada peta tegak lurus, yaitu sumbu x yang vertikal dan sumbu y yang horizontal

v  Graticule 
garis-garis pada muka peta yang tergambar tidak saling tegak lurus, dan perpotongannya merupakan koordinat geografis. Penyajian garis graticule pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala kecil. 
v  Skala Peta
Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dengam jarak sebenarnya dilapangan, pemilihan skala peta bergantung pada penggunaan peta. Ada beberapa klasifikasi skala peta diantaranya :
1.    Skala Besar
skala 1 : 1000 sampai dengan peta skala 1 : 10.000
2.    Skala Sedang
skala 1 : 25.000 sampai dengan skala 1 : 50.000
3.    Skala Kecil
Skala 1 : 100.000 sampai skala 1:500.000 atau lebih




Rabu, 12 Maret 2014

Tugas 1 GIS

Definisi GIS
Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Fungsi GIS
1.    Akuisisi   data   dan   proses   awal   meliputi:      digitasi,   editing pembangunan topologi, konversi format data, pemberian atribut dll
2.    Pengelolaan   database   meliputi   :  pengarsipan   data,   permodelan bertingkat, pemodelan jaringan pencarian atribut dll.
3.    Pengukuran keruangan dan analisis  meliputi : operasi pengukuran, analisis daerah penyanggga, overlay, dll.
4.    Penayangan  grafis  dan  visualisasai  meliputi  :  transformasi  skala, generalisasi, peta topografi, peta statistic, tampilan perspektif.
5.    Manajemen tata guna lahan
Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau. SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya, pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain: di luar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteriaini nanti digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria. Di daerah pedesaan (rural) manajemen tata guna lahan lebih banyak mengarah ke sektor pertanian. Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisitanah, ketinggian, dan keadaan alam, akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk yang dipakai, dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Pembangunan saluran irigasi agar dapat merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat dan peta kondisi tanah. Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian dapat terbantu dengan memanfaatkan peta produksi pangan, penyebarankonsumen, dan peta jaringan transportasi. Selain untuk manajemen pemanfaatan lahan, SIG juga dapat membantu dalam hal penataan ruang. Tujuannya adalah agar penentuan pola pemanfaatan ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial yang ada, sehingga lebih efektif dan efisien. Misalnya penataan ruang perkotaan, pedesaan, permukiman,kawasan industri, dan lainnya.
6.    Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah sebagai berikut:
v  Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
v  Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
v  Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
v  Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
v  Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
v  Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
v  Rehabilitasi dan konservasi lahan.
7.    Untuk pengawasan daerah bencana alam
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
v  Memantau luas wilayah bencana alam;
v  Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
v  Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
v  Penentuan tingkat bahaya erosi;
v  Prediksi ketinggian banjir;
v  Prediksi tingkat kekeringan.
8.    Bagi perencanaan Wilayah dan Kota
v  Untuk bidang sumber daya, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah rawan bencana.
v  Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan sistem dan status pertahanan.
v  Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik.
v  Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah.
v  Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaaan.
v  Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.

Data Raster dan Vektor
Data Raster
Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.Peta Raster adalah peta yang diperoleh dari fotografi suatu areal, foto satelit atau foto permukaan bumi yang diperoleh dari komputer. Contoh peta raster yang diambil dari satelit cuaca. 

Data Vektor
Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) . Ada tiga tipe data vector (titik, garis, dan polygon) yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi pada peta. Titik bisa digunakan sebagai lokasi sebuah kota atau posisi tower radio. Garis bisa digunakan untuk menunjukkan route suatu perjalanan atau menggambarkan boundary. Poligon bisa digunakan untuk menggambarkan sebuah danau atau sebuah Negara pada peta dunia. Dalam format vektor, bumi direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), poligon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/ point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua baris). Setiap bagian dari data vector dapat saja mempunyai informasi-informasi yang bersosiasi satu dengan lainnya seperti penggunaan sebuah label untuk menggambarkan informasi pada suatu lokasi. Peta Vektor terdiri dari titik, garis, dan area polygon. Bentuknya dapat berupa peta lokal jalan. 






Input data primer dan sekunder
1.    Data Primer
Data yang diukur langsung dengan survey, pengumpulan data lapangan, penginderaan jauh.
2.    Data Sekunder
Data yang didapat dari peta yang sudah ada, tabel-tabel atau sumber data yang lain.

Data procesing
v  Arcgis
v  ER Mapper
v  ArcView

v  MapInfo